
Siang itu Rabu 22 Oktober 2008, kelas Sultan Iskandar Muda yang biasanya tenang (karena penghuninya hanya sepuluh) sontak ramai. Ternyata mereka kedatangan seorang native speaker berasal dari Inggris. Namanya Muhamad Paul. Jarang-jarang nemu bule muslim. Walaupun setiap hari mereka belajar bahasa Inggris dengan bule (bu Laily) maksude, namun kedatangan Paul benar-benar menghangatkan suasana belajar.
Paul saat ini tinggal di Wonosobo, dengan istri dan sudah dikaruniai seorang putri cantik. Di kota asalnya, Wath upon Dearne, hanya ada 5 muslim yang tinggal. Alhamdulillah ia seorang muslim sehingga motivasi yang muncul pun berdasarkan pengetahuan keagamaannya. Banyak kota dia kunjungi untuk mencari Al Qur’an dengan terjemahan berbahasa Inggris. Alhamdulillah dia mendapatkannya di Purwokerto dari seorang yang ingin menjalin silaturahmi lebih dekat dalam bingkai persaudaraan sesama muslim.
Berbincang dengan Paul seperti ngobrol dengan teman lama. Banyak kosakata yang didapat dan dipelajari darinya. Ternyata pronunciation yang kita kenal sangat berbeda. Paul berbicara dengan logat dan dialek yang lebih mirip dengan tulisannya. Contoh : drugs maka dibaca drugs bukan drags . Sebenarnya lebih mudah difahami namun menjadi sulit karena tidak biasa kita dengar.
Biasanya kita sangat khawatir salah atau tidak percaya diri memulai berbicara dengan orang asing. Padahal native speaker sangat memahami kalau bahasa Inggris bukanlah bahasanya orang Indonesia sehingga kalau salah, ia akan membetulkan tanpa membuat malu. Berbeda dengan kita yang lebih spontan tertawa kalau ada teman yang salah bicara. Budaya orang barat berbeda dengan kita. Mereka mengahargai setiap usaha yang dilakukan orang lain. So, why are you so hesitate to try ?
Paul mengatakan seorang anak muslim harus belajar dan menguasai bahasa Inggris. Saat ini Islam sedang menjadi sorotan di dunia karena adanya kasus terorisme yang mengatasnamakan agama Islam. Muslim harus bisa ngobrol dan berkomunikasi aktif supaya dapat menjadi contoh dan mewartakan pada dunia bahwa Islam itu indah dan cinta damai. Tidak seperti yang digembar-gemborkan saat ini. Generasi muda harus mampu merubah image dan paradigma buruk tentang Islam.
Tidak ada alasan untuk menarik diri dari belajar bahasa asing . Bukankah Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan kecerdasan linguistiknya ?. Hidup ini akan lebih dinamis apabila kita mampu menjawab setiap tantangan yang muncul. Muhamad Paul telah mengajarkan kepada kita bahwa walaupun hanya sedikit umat muslim di negaranya namun ia tetap berusaha memperbaiki kualitas keislamannya.
